10 Minute

Apple Siapkan Laptop Low-Cost untuk Saingi Chromebook & Windows PC – Rilis 2026

Desember 12, 2025

Apple mulai bergerak memasuki pasar laptop terjangkau. Perusahaan tersebut akhirnya mengembangkan laptop low-cost yang harganya jauh di bawah MacBook Air serta MacBook Pro. Langkah ini muncul karena Apple melihat semakin banyak pengguna yang membutuhkan laptop sederhana untuk kegiatan harian.

Produk baru ini dijadwalkan hadir pada paruh pertama tahun 2026, dan kehadirannya diprediksi akan mengubah cara Apple bersaing di kelas entry-level.

Kenapa Apple Memutuskan Masuk ke Pasar Laptop Murah?

Selama bertahun-tahun, Apple memang memfokuskan bisnisnya pada perangkat premium. Namun, kebutuhan pasar berubah cukup cepat. Chromebook dan laptop Windows entry-level semakin populer, terutama di kalangan pelajar dan pekerja yang menginginkan perangkat ringan namun fungsional.

Karena itu, Apple mulai mencari cara agar perangkat mereka bisa menjangkau pengguna yang membutuhkan laptop untuk:

  • Browsing

  • Streaming

  • Pengolahan dokumen

  • Meeting online

  • Editing ringan

  • Aktivitas produktif sehari-hari

Dengan masuk ke segmen ini, Apple berharap dapat menarik pengguna yang sebelumnya memilih Chromebook atau laptop Windows murah.

Spesifikasi Awal: Tetap Fungsional dengan Harga Lebih Bersahabat

1. Chipset A-Series

Apple berencana menggunakan chipset A-Series, yang biasanya hadir pada iPhone dan iPad. Keputusan ini membuat harga laptop bisa ditekan tanpa mengorbankan performa dasar. Selain itu, penggunaan chipset ini juga membuat konsumsi daya menjadi lebih efisien.

2. Layar LCD Sederhana

Apple kemungkinan akan menggunakan layar LCD standar dengan ukuran sedikit lebih kecil dibanding MacBook Air. Meskipun lebih sederhana, Apple tetap menjaga kualitas visual agar nyaman dipakai untuk belajar dan bekerja.

3. Harga “Well Under $1,000”

Harga laptop ini ditargetkan berada jauh di bawah $1.000. Jika melihat pola harga Apple sebelumnya, laptop ini kemungkinan berada di kisaran Rp 10–14 jutaan di Indonesia. Dengan harga tersebut, Apple akhirnya punya produk yang dapat bersaing langsung dengan laptop populer kelas pelajar.

4. Desain Tetap Premium

Walaupun lebih terjangkau, Apple tetap mempertahankan DNA desainnya. Para pengguna bisa mengharapkan bodi tipis, build quality solid, keyboard nyaman, serta trackpad luas yang menjadi ciri khas Mac.

Siapa Pengguna yang Cocok?

Laptop ini menyasar beberapa segmen yang selama ini belum terjangkau MacBook, seperti:

  • Pelajar dan mahasiswa

  • Pengguna rumahan

  • Pebisnis kecil

  • Pengguna yang ingin merasakan ekosistem Apple dengan harga lebih rendah

  • Mereka yang membutuhkan laptop tradisional dibanding iPad

Karena itu, perangkat ini berpotensi menarik banyak pengguna baru yang selama ini merasa MacBook terlalu mahal.

Perubahan Besar dalam Strategi Apple

Keputusan Apple untuk turun ke pasar laptop murah menunjukkan perubahan strategi yang cukup signifikan. Selama ini, perusahaan tersebut menghindari segmen low-end karena dianggap tidak sesuai dengan identitas produknya.

Namun, karena Chromebook berkembang sangat pesat di dunia pendidikan, Apple akhirnya melihat peluang besar. Jika laptop low-cost ini sukses, Apple dapat:

  • Memperluas pangsa pasar

  • Menarik pengguna baru dari ekosistem lain

  • Menguatkan posisi di segmen pendidikan

  • Meningkatkan akses masyarakat ke perangkat Mac

Dengan kata lain, Apple kini bersiap membuka pintu lebih lebar untuk pasar yang lebih luas.

Kesimpulan

Laptop low-cost dari Apple berpotensi menjadi game changer ketika rilis pada 2026. Dengan harga lebih terjangkau, performa memadai, dan desain premium, perangkat ini bisa menarik pengguna yang ingin Mac pertama mereka tanpa membayar harga premium.

Asoris akan terus mengikuti perkembangan terbaru dari produk ini. Nantikan update selanjutnya dan pastikan perangkat Apple kamu tetap dalam kondisi terbaik bersama layanan perbaikan profesional dari Asoris.

Tagged with :